.:: knipdee W O R L D! ::.

Archive for the ‘knipdee world’ Category

Akhirnya kesampaian juga mampir ke The Playground…Yeaaaayy…Kayaknya lebih semangat saya daripada Syuja. Abis udah lama banget pengen ngajak Syuja ke The Playground. Browsing-browsing soal The Playground juga udah dari kapan tahun deh. Awalnya masih bingung mau ke The Playground atau Prefere 72, tapi setelah tanya sana sini, pilihan saya jatuh pada The Playground.

Beberapa hari sebelum ke The Playground, saya udah cerita terus ke Syuja, bahwa nanti disana kita main perosotan, main air. Jadi pas tiba hari ‘H’ ke The Playground, Syuja juga semangat banget. Berhubung dari rumah ke The Playground jauh, saya berharap Syuja tidur di perjalanan, biar pas nyampe dia seger. Dan Syuja pun tidur…zzzzzzz…

Berbekal dari googling, saya udah prepare jalan masuk ke The Playground. Setelah muter-muter akhirnya sampai juga. Suasananya yang sejuk, dan ga terlalu ramai, langsung buat saya suka banget. Awalnya Syuja yang baru bangun, gamau turun dari gendongan bapaknya. Tapi setelah mengamati suasana dan sedikit rayuan, akhirnya mulai deh tombol ‘ON’ nya nyala. Lari kesana kemari, kayaknya bebaaaaas bangeet. Pas mau naik perosotan tinggi, Syuja masih ragu, dan takut. Tapi pas nyoba sekali, gamau berhenti deh, girang banget dia. Saya juga terkagum-kagum, ternyata Syuja berani coba permainan yang menurut saya agak rentan jatuh untuk anak seumur dia. Seperti arti namanya Syuja yaitu Pemberani:).

Permainan di area kering, lebih dulu dicoba Syuja. Dari jam 2 siang sampe jam stengah 4, Syuja mencoba berbagai macam permainan, ayunan, jungkat jungkit, flying fox, dan tentu favorit dia, perosotan. The Playground juga menyediakan area bermain yang isinya pasir beneran, Syuja asyik bermain disitu, ditemani oleh sepupunya Kaka Gabie, yang lebih dulu menjadi penggemar The Playground. Mainan untuk pasir juga disediakan disini, jadi ga perlu repot bawa dari rumah.

Akhirnya tibalah saatnya bermain air. Saya cukup mengamati dari jauh, karena gamau baju basah…hehehe…Jadi bapa nya yang nemenin. Tetep yang dia pilih mainan perosotan dulu. Oh ya jangan khawatir anak terjatuh di The Playground, karena lantainya dialasi karpet karet, dan di perosotan air juga disediakan matras. Ternyata karena Kemang lebih banyak dihuni oleh warga negara asing, jadi yang datang ke The Playground juga kebanyakan juga bule-bule. Berasa di luar negeri deh:). Di area permainan air ini, juga ada permainan bola, lebih tepatnya mandi bola kali ya namanya. Syuja ga bisa deh kalo ga liat bola, langsung dia betah disitu. Tapi diajak ke arena yang airnya keluar dari lantai, Syuja gamau, malah ketakutan…mungkin karena airnya muncul keatas dan masuk-masuk mata.

Karena waktu itu bulan puasa, kami juga berencana jam 5 sore udah jalan pulang, pesen tempat buat buka puasa. Jadi jam stengah 5 sore, Syuja udah mandi, dan siap-siap pulang. Eh tapi abis mandi, dia maen lagi di area kering. Ya udah akhirnya aku tunggu ampe jam 5, biar dia puas.

Bagi umat muslim, jangan khawatir, The Playground juga menyediakan mushola mini dan tempat wudhu yang bersih untuk kita beribadah. Recommend banget deh The Playground. Saya dan suami pun menjadwalkan sebulan atau dua bulan sekali mampir The Playground. Harga tiket masuk juga bersahabat di kantong,  Rp. 65.000,- per anak kecil, sepuasnya, dan yang nganter ga usah bayar.

Saat seperti ini, saat yang paling bahagia buat saya, main dan kumpul dengan suami dan anak, tanpa orang lain. Ngeliat anak ketawa-ketawa juga buat saya selalu bersyukur.

Silahkan dicatat alamatnya bagi yang mau mampir ke The Playground, Jl. Kemang Dalam IIIB/B6, Jakarta Selatan. Telepon 021-7196962. Yang baru pertama kali kesana, sering-sering nanya ke orang-orang yang di pinggir jalan ya. Biar ga kesasar.

Selamat menikmati waktu yang sangat berharga dengan keluarga anda:)…..

Setelah terinspirasi dengan salah satu keluarga kreatif
Pinot dan Dita, akhirnya saya dan suami pun memutuskan untuk mulai bermain dengan mural. Dengan antusiasnya kami berdua mulai sibuk mencari-cari tema untuk mural yang akan dilukis di kamar Syuja. Latar belakang suami saya yang berpendidikan Insinyur Design Graphis, membuat dirinya dengan mudah membuat sketsa gambar untuk mural pertama kami.

Kebetulan weekend ini, memang saat yang pas untuk kami melukis Mural, karena Syuja sedang berada di Bandung kangen-kangenan bersama kakek dan nenek. Jadi *kami dengan bebasnya bisa melukis mural, tanpa digoda oleh kelucuan Syuja (*sebenarnya bukan ‘kami’ tapi suami sih, saya hanya tim penyemangat saja;p).

Persiapan pun dimulai, suami langsung membeli cat hitam, 3 buah kuas dengan ukuran yang berbeda dan juga spidol. Sketsa pun dibuat dan siap dikerjakan.

Bapa nya Syuja, sangat senang sekali bisa ber-mural ria di tembok yang luas dengan bebasnya. Saya hanya mengintip, mengamati, sambil senyum-senum sendiri, ga sabar pengen liat hasilnya. Awalnya suami menyiapkan pensil, penghapus dan penggaris, dan mulailah hubby ku tersayang ini menorehkan guratan pensil (gaya banget bahasa gw..hehehe..)

Tidak terasa udah hampir setengah hari bapa nya Syuja melukis mural. Sekali-kali dia kibaskan tangannya, karena pegel (kasian..hihihi). Tawaran bantuan dari saya untuk mencat mural, ditolak karena suami gamau hasilnya ada yang keluar dari garis.

Ya sudah, saya yang dari tadi duduk santai pun jadi ga tega, akhirnya beralih ke dapur untuk membuatkan menu spesial buat suami. Selesai dari dapur buat lumpia udang, suami pun langsung melapahnya dengan nikmat, senangnya :).

Selepas sholat maghrib, permainan Mural di kamar Syuja dimulai kembali. Tinggal finishing dan bentar lagi jadi. Akhirnya, Mural ala Bapa Aldie Soerianata jadiiiiiii….yeeeaaaaaayyy….Baguuuuuus bangeeeet. Baru kali ini saya liat lukisan suami yang sebesar itu.

 

Kami sudah tidak sabar, melihat ekspresi Syuja saat melihat Mural di kamarnya. Pasti dia seneng abis, apalagi ada burungnya. Hewan favorit Syuja salah satunya adalah burung.

Suami saya ketagihan deh. Mungkin sebentar lagi akan banyak mural-mural lainnya yang akan menghiasi dinding rumah kami. Kreatifitas memang ga ada batasnya. Jadi dimana ada ide, disitulah mural akan “beredar” di rumah kami. Biayanya pun murah. Untuk mural diatas kami hanya tinggal membeli cat hitam seharga Rp. 20.0000,- dan kuas seharga Rp. 5.000,-. Be creative:

Udah lama banget ga nulis di blog. Kegiatan saya yang sekarang kembali bekerja kantoran membuat waktu saya habis di kantor, tepatnya di perjalanan, bayangkan jarak dari Ciputat ke Kedoya Green Garden…jauuuh..Nah sekarang mumpung lagi santai, saya kangen untuk kembali menuliskan apa saja yang terjadi dalam kehidupan saya selama 2 tahun belakangan ini. Saya awali pertama dari anak lelaki saya yang cerdas.

“Syuja Toran Minerva Soerianata”, manusia yang menggemaskan inilah yang setiap hari memberikan sesuatu yang baru bagi saya dan suami. Ga kerasa Syuja (panggilan kami kepadanya) udah berusia 2 tahun. Ada ajaaa ulah yang dia buat setiap hari, yang membuat kami selalu bersyukur dan mengingat kebesaran Allah SWT. Kadang saya sebagai ibu suka merasa bersalah, meninggalkan dia di rumah bersama si mba dan baru ketemu malam hari setelah pulang kantor, itupun jarang banget karena biasanya dia udah tidur dan baru ketemu keesokan paginya. Tapi yah inilah hidup, saya harus bekerja saat ini untuk tabungan pendidikan dia nanti. Tapi tentu cita-cita saya nanti punya bisnis sendiri di rumah…Amin..dan alhamdulillah suami juga mendukung banget.

Syuja, menuliskan namanya sambil membayangkan wajahnya, saya jadi pengen cepet-cepet pulang ke rumah:). Tumbuh kembang anak itu ternyata sangat pesat sekali ya. Dari baru bisa ngemut jari, guling-guling, merangkak, jalan, lari-lari, sampai sekarang yang bisa ngomong sepatah dua patah kata, dan jadi burung beo, karena selalu ngikutin terus apa yang kita ucapkan. Syuja memang belum begitu lancar dalam berbicara, tapi kami yakin lambat laun, pasti dia akan cerewet, secerewet saya ibunya;p. Setelah Pocoyo, tokoh kartun favorit Syuja sekarang Elmo, Mickey Mouse dan Tom and Jerry. Kegemaran Syuja yang ga pernah berubah dari kecil adalah kalo denger musik langsung joget. Sekarang memang JB berhasil ya menarik perhatian semua umur, termasuk anakku, denger lagu Justin Bieber yang ‘Baby’ langsung joget-joget..hihihi.. Love him so much…

Oh ya, seminggu setelah ulang taun, Syuja berhasil saya sapih ASI dalam waktu 1 hari saja. Padahal (maaf) p****g saya, hanya diolesi parutan kunyit. Syuja langsung gamau nyusu lagi, dia bilang “…nda..nda..jiji..jiji..”, trus saya bilang “ya sakit nih Syuja susu Ibu”. Dia langsung gamau lagi nyusu. Yeaaaaah berhasil, tenyata menyapih tidak sesulit yang saya bayangkan. Intinya kita harus percaya, dan positive thinking, bahwa anak kita anak pintar, dan niat kita untuk menyapih baik dan sesuai dengan perintah Allah SWT. “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS Al-Baqarah/ 2: 233). “dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman: 14).

Sesudah berhasil menyapih, saatnya melatih Syuja tidur sendiri, dan dalam waktu bersamaan dengan menyapih, Syuja pun berhasil tidur sendiri di kamarnya (ditemenin mba sih sebenernya:p) tapi yang pasti udah ga tidur dengan saya dan suami lagi…Yeaaaay…Syuja memang anak yang soleh, dan cerdas. Walaupun kadang-kadang kalo saya dan suami lagi kangen, Syuja pun kami boyong tidur bersama di kamar. Terimakasih ya Allah, atas segala yang telah Engkau berikan kepadaku..Amin YRA..

‎​Hari demi hari rasanya cepet banget. Tiba2 kandungan aku udh masuk 40 minggu.Itu tandanya si kecil siap untuk dilahirkan. Pada awal bulan Mei 2010 saya pun pergi ke dokter kandungan untuk memutuskan kapan akan melahirkan. Setelah diperiksa belum ada pembukaan. Akhirnya dokter memutuskan due date yaitu tanggal 10 Mei 2009 saya harus masuk RS untuk diinduksi atau operasi caesar.

Menunggu tanggal 10 sangat menegangkan. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk masuk RS tanggal 11,dengan pikiran siapa tau sudah pembukaan lengkap atau ketuban pecah. Tapi sampai di rumah sakit diperiksa masih belum ada pembukaan, posisi leher rahim masih keras dan dibelakang. Akhirnya dokter memutuskan untuk diinduksi,karena takut bayinya sulit bergerak sehingga jantungnya lemah.

Saya masuk RS Limijati tanggal 11 Mei 2009 pk.14.00 WIB. Setelah suster memeriksa kandungan dan jantung bayi saya, akhirnya proses induksi pun dimulai pk.16.00 WIB. Saat itu saya belum merasakan apa2, tapi setelah beberapa jam kemudian saya merasakan sakit perut yang luar biasa. Hingga pk.00.00 WIB baru pembukaan 1. Merasakan mules yang tak tertahankan saya pun memutuskan untuk mencabut induksi dan operasi caesar.

Setelah menandatangani surat caesar,saya pun berdiskusi dengan dokter. Dokter Yena tetap optimis bahwa saya bisa melahirkan normal tanpa operasi. Dokter menyarankan tunggu sampai besok pagi, kalau tetap tidak ada pembukaan,baru di operasi. Setelah induksi dicabut, malam itu hingga pagi hari saya mulai merasakan mulas seperti ingin BAB,dan semakin sering. Tetapi saat suster periksa dalam,hanya pembuka dua.Pada pk.10.00 WIB dokter datang dan saat ia periksa ternyata sudah pembukaan 8. Antara tegang dan senang saya pun bersikap pasrah.

Tiba di ruang bersalin, sejumlah suster sudah menunggu saya dan meminta saya bersikap tenang dengan mengatur nafas. Untung saya ikut senam hamil, jadi saya masih ingat cara bernapas saat akan melahirkan. Rasa mulas semakin terasa, tetapi saya tidak boleh mengejan karena pembukaannya belum lengkap. Setelah dokter datang, barulah
‎​saya diperbolehkan mengejan. Saat itu suster memanggil suami saya untuk mendampingi saya. Hanya 2 atau 3 kali mengejan,tiba-tiba ada air keluar disertai dengan bayi saya.

Subhanallah..Saat melihat bayi saya keluar rasanya sangat lega sekali dan tentunya lemas. Suster langsung menimbang dan membersihkan bayi saya,lalu diperlihatkan kepada kakek,nenek dan tante nya yang menunggu di luar ruang bersalin. Tapi sayang IMD tidak dilakukan, entah susternya lupa atau apa alasannya, saya juga tidak mengerti. Saya masih lemas, sampai lupa menanyakan kenapa tidak IMD. Selesai sudah bayi laki-lakiku berada di dalam kamdungan selama 9 bulan.

Selamat datang ke dunia “Syuja Toran Minerva Soerianata”. Terimakasih dan syukurku pada Allah SWT. Serta dokterku yang sangat sabar mendukungku untuk melahirkan normal Dr.Yena M. Yuzar:)

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang juga. Ga kerasa udah 9 bulan lamanya saya mengandung bayi laki-laki yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini. Rasa penasaran pun selalu mnghinggapi saya dan suami, mulai dari membayangkan mukanya mirip siapa? Sehat atau tidak….dan sebentar lagi semuanya akan terjawab, karena our little baby will come. Dua minggu sebelum melahirkan saya sudah mulai cuti dari pekerjaan, dan mengungsi ke Bandung ke rumah orang tua.

Saya berencana melahirkan normal, jadi saya rajin berlatih pernapasan dan membaca buku yang menurut saya sangat bagus untuk wanita yang takut akan rasa sakit melahirkan yaitu buku Melahirkan Tanpa Rasa Sakit “Hypnobirthing”. Dalam buku ini kita diajarkan untuk tetap rileks dan membayangkan sesuatu yang membuat kita tenang saat berada dalam kondisi tegang.

Saya termasuk orang yang sangat takut untuk melahirkan normal, karena membayangkan pasti sakit melahirkan bayi dengan berat sekitar 3 kg. Maka dari itu saya perlu mengumpulkan keberenaian agar bisa melahirkan normal.
Di usia kandungan 9 bulan, bayi saya sudah dalam keadaan siap untuk dilahirkan. Beratnya sudah mencapai 3 kg dan saat diperiksa dalam, dokter sudah bisa menyentuh kepala bayi saya. Kalau istilah medisnya bayi saya sudah berada di dalam panggul. Subhanallah.

Sebelum melahirkan saya sudah janjian terlebih dengan dokter untuk melahirkan normal dan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Kebetulan RSB Limijati mendukung program IMD, begitu pula dokter kandungan saya yang cantik dan ramah Dr. Yena M. Yuzar SpOG. Saya memang bertekad untuk memberikan anak saya ASI tanpa campuran susu formula. Karena kandungan ASI sangat bagus sekali.
Jalan pagi, senam hamil dan terus berdoa menjadi kegiatan rutin saya dalam mempersiapkan kelahiran. Pasrah dan ikhlas juga terus saya tanamkan dalam pikiran dan otak saya.

Oh ya, sehari sebelum melahirkan saya menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan, ke mall tentunya..hehehe..dan kejadian yang tak terduga-duga seperti saat saya hamil trimester awal terulang lagi. Saya terjatuh dari kursi plastik saat makan di ayam goreng Merdeka favorit saya. Kursinya patah akibat tidak kuat menahan badan saya. Karena kaget spontan saya pun langsung nangis, khawatir akan keadaan bayi saya. Tetapi semuanya saya pasrahkan sama Allah SWT. Di saat seperti apa pun kita memang harus selalu pasrah atas apa yang telah diberikan oleh-Nya.

8 bulan..berarti bentar lagi saya akan menjadi ‘The Real Mommy’!! Rasanya campur aduk banget. Dari mulai seneng, takut, deg2an, pokoknya macem-macem ada dipikiran saya. Di kandungan 8 bulan, bayi saya sudah tidak terlalu banyak bergerak, karena mungkin dia sudah semakin besar dan ruang geraknya terbatas. Lekukan badannya pun semakin terasa, seperti sikut atau lutut kakinya.

Rencana awal saya untuk melahirkan di RSB Hermina Bandung dengan Dr. Anita SpOG akhirmya batal, karena saya memutuskan untuk melahirkan di RSB Limijati Bandung dengan Dr.Yena M. Yuzar SpOG. Keputusan ini saya ambil, karena memang RSB Limijati lebih dekat dengan rumah saya.

Pemeriksaan ke dokter kandungan pun sudah mulai dilakukan rutin setiap seminggu sekali. Saat di USG posisi bayi saya sudah dalam posisi telungkup dan sudah tidak sungsang lagi..Alhamdulillah. Pemeriksaan dalam pun mulai dilakukan dokter untuk memeriksa leher rahim dan pembukaan. Saya termasuk orang yang sangat takut di periksa dalam, jadi setiap mau diperiksa dalam pasti saya tegang sekali.

Saat diperiksa berat bayi saya sudah 2,7 kg dan berat badan saya 61 kg. Waduh berat juga bayi saya. Pantesan saya lebih sering mengalami kram kaki pada saat tidur malam hari. Mungkin karena berat badan bayi saya sudah besar. Dokter sudah memperkirakan bahwa bayi saya yang ganteng ini akan lahir pada tanggal 9 Mei 2009. Saya disarankan harus banyak berjalan-jalan agar mempercepat proses pembukaan dan rajin senam hamil. Saran dokter pun saya praktekan. Tapi saya agak males jalan pagi, karena emang males bangun pagi..hehehe..tapi saya rutin melakukan senam hamil di RSB Limijati, badan pun jadi kerasa lebih fresh.

Saya dan suami pun mulai sibuk memilih nama-nama yang sudah kami siapkan untuk anak kami. Tapi disini suami saya lebih berperan, karena dia memang sangat antusias sekali dengan pemilihan nama anak kami. Mmmmmhhhh siapa ya kira-kira namanya??

Waaaah kehamilanku udah memasuki 7 bulan, berarti ini adalah awal trimester ketiga buat saya. Seneng, deg2an, campur aduk rasanya. Di usia kandungan 7 bulan, saya mulai berkonsultasi ke dokter di Bandung, karena memang saya rencana melahirkan di Bandung.

Saya dan suami sepakat untuk memilih rumah sakit bersalin, karena suasananya lebih kekeluargaan. Setelah survei beberapa rumah sakit, akhirnya saya memilih RSIA Hermina Pasteur Bandung, dan mempercayakan kehamilan saya pada Dr. Anita Deborah SpOG.

Waktu periksa di Hermina, mamah dan mertua saya ikut masuk ke dalam ruangan periksa untuk melihat USG cucu pertama mereka. Seperti mengerti ditengok neneknya, bayi saya pun tersenyum. Oh ya, waktu diperiksa bayi saya baru tumbuh rambut sedikit sekali, mungkin turunan dari saya gen rambutnya tipis. Saya langsung teringat kata mamah, bahwa “ibu hamil harus rajin minum air rebusan kacang hijau, biar anaknya rambutnya tebel”, tapi saya bandel, jadilah rambut anak saya tipis:(…Tapi mudah2an pas lahir kayak bapaknya deh tebel:)…

Di usia kehamilan 7 bulan, saya merasa kondisi badan saya kurang fit, karena mungkin kecapean. Saya pun terserang sakit batuk kering dan sakit mata. Waktu sakit batuk, saya tersiksa sekali, karena perut saya tertekan setiap saya batuk, dan saya pun khawatir bayi saya akan ikut tertekan dan lahir prematur. Batuknya bandel banget, hampir 2 minggu saya batuk. Saya pun sempat konsultasi ke dokter di Bandung lewat sms, karena saya sudah kembali ke Jakarta. Dr. Anita menyarankan untuk minum obat Sanadryl DMP atau Benadryl DMP, karena aman untuk ibu hamil. Tapi tetep batuk saya ga mempan.

Akhirnya saya periksa ke Dr. Achmad Mediana SpOG, dia pun memberikan obat batuk tablet, saya lupa merek nya apa, dan Alhamdulillah batuknya hilang. Tapi saya sedih, karena saat di USG bayi saya sungsang dengan posisi kepala di atas. Kata dokter mungkin karena saya kemarin batuk, jadi bayinya pindah posisi. Dr. Achmad pun menyarankan saya untuk melakukan senam hamil di rumah, dengan posisi sujud sebanyak 10 kali, setiap pagi dan malam.

Demi bayi saya tercinta dan ingin melahirkan normal, saya pun rajin melakukan sujud tambahan setelah solat 5 waktu selesai. Mudah2an pada saat di cek ke dokter, bayi saya sudah kembali ke posisi normal…Amieen..Tapi kata teman-teman saya, posisi bayi sungsang pada usia kehamilan 7 bulan, wajar, karena bayi biasanya akan kembali ke posisi normal setelah dekat waktu lahiran .

7 bulan, tampaknya si kecil udah berkembang sangat pesat, karena beratnya aja udah 2 kg, dia juga bergerak sangat aktif di dalam perut saya. Biasanya bila memasuki trimester ketiga, bayi naik berat badannya sekitar 400 gram dalam waktu 2 minggu. Lucuuu yaaa…


July 2017
M T W T F S S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Inspiring Blog

The Urban Mama

Travel Blog

hubby tweet

my tweet

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.