.:: knipdee W O R L D! ::.

12.05.2010 11.35am

Posted on: March 16, 2010

‎​Hari demi hari rasanya cepet banget. Tiba2 kandungan aku udh masuk 40 minggu.Itu tandanya si kecil siap untuk dilahirkan. Pada awal bulan Mei 2010 saya pun pergi ke dokter kandungan untuk memutuskan kapan akan melahirkan. Setelah diperiksa belum ada pembukaan. Akhirnya dokter memutuskan due date yaitu tanggal 10 Mei 2009 saya harus masuk RS untuk diinduksi atau operasi caesar.

Menunggu tanggal 10 sangat menegangkan. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk masuk RS tanggal 11,dengan pikiran siapa tau sudah pembukaan lengkap atau ketuban pecah. Tapi sampai di rumah sakit diperiksa masih belum ada pembukaan, posisi leher rahim masih keras dan dibelakang. Akhirnya dokter memutuskan untuk diinduksi,karena takut bayinya sulit bergerak sehingga jantungnya lemah.

Saya masuk RS Limijati tanggal 11 Mei 2009 pk.14.00 WIB. Setelah suster memeriksa kandungan dan jantung bayi saya, akhirnya proses induksi pun dimulai pk.16.00 WIB. Saat itu saya belum merasakan apa2, tapi setelah beberapa jam kemudian saya merasakan sakit perut yang luar biasa. Hingga pk.00.00 WIB baru pembukaan 1. Merasakan mules yang tak tertahankan saya pun memutuskan untuk mencabut induksi dan operasi caesar.

Setelah menandatangani surat caesar,saya pun berdiskusi dengan dokter. Dokter Yena tetap optimis bahwa saya bisa melahirkan normal tanpa operasi. Dokter menyarankan tunggu sampai besok pagi, kalau tetap tidak ada pembukaan,baru di operasi. Setelah induksi dicabut, malam itu hingga pagi hari saya mulai merasakan mulas seperti ingin BAB,dan semakin sering. Tetapi saat suster periksa dalam,hanya pembuka dua.Pada pk.10.00 WIB dokter datang dan saat ia periksa ternyata sudah pembukaan 8. Antara tegang dan senang saya pun bersikap pasrah.

Tiba di ruang bersalin, sejumlah suster sudah menunggu saya dan meminta saya bersikap tenang dengan mengatur nafas. Untung saya ikut senam hamil, jadi saya masih ingat cara bernapas saat akan melahirkan. Rasa mulas semakin terasa, tetapi saya tidak boleh mengejan karena pembukaannya belum lengkap. Setelah dokter datang, barulah
‎​saya diperbolehkan mengejan. Saat itu suster memanggil suami saya untuk mendampingi saya. Hanya 2 atau 3 kali mengejan,tiba-tiba ada air keluar disertai dengan bayi saya.

Subhanallah..Saat melihat bayi saya keluar rasanya sangat lega sekali dan tentunya lemas. Suster langsung menimbang dan membersihkan bayi saya,lalu diperlihatkan kepada kakek,nenek dan tante nya yang menunggu di luar ruang bersalin. Tapi sayang IMD tidak dilakukan, entah susternya lupa atau apa alasannya, saya juga tidak mengerti. Saya masih lemas, sampai lupa menanyakan kenapa tidak IMD. Selesai sudah bayi laki-lakiku berada di dalam kamdungan selama 9 bulan.

Selamat datang ke dunia “Syuja Toran Minerva Soerianata”. Terimakasih dan syukurku pada Allah SWT. Serta dokterku yang sangat sabar mendukungku untuk melahirkan normal Dr.Yena M. Yuzar:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2010
M T W T F S S
« Jul   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Inspiring Blog

The Urban Mama

Travel Blog

hubby tweet

my tweet

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: